Angga Imansyah

Mahasiswa Departemen Ilmu Tanah Dan Sumber daya Lahan

Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor

Kuliah Perilaku Konsumen  IKK233  Sep 2014-Jan 2015

Department of Family and Consumer Sciences, College of Human Ecology Bogor Agricultural University IPB

Dosen:

Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, MSc

Dr Ir Lilik Noor Yuliati, MFSA

Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS

Ir. MD Djamaluddin, MSc

Ir. Retnaningsih, MS

Buku Acuan:

Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Edisi 2 Cetakan 1. Jakarta: PT Ghalia Indonesia

cover-buku

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MOTIVASI DAN KEBUTUHAN

Motivasi akan timbul karena ada dorongan suatu kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen, sehingga dorongan dapat disebut sebagai motivasi. Definisi motivasi menurut Sciffman dan Kantuk, Solomon, dan Mowen dan Minor dapat disimpulkan bahwa motivasi muncul karena kebutuhan. Kebutuhan timbul akibat konsumen merasa ketidaknyamanan antara yang seharusnya dirasakan dan yang sesungguhnya dirasakan. Kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen dapat timbul dari dalam sendiri maupun dari luar, dari dalam diri muncul karena adanya kebutuhan secara fisiologis seperti lapar dan haus, sedangkan faktor dari luar seperti aroma dari makanan sehingga konsumen ingin makan.

Model Motivasi Schiffman dan Kanuk :

Capture

 

 

 

 

 

 

Kebutuhan dipengaruhi oleh 2 faktor :

Capture

 

 

 

 

Perilaku merupakan berorientasi pada tujuan, artinya untuk memenuhi kebutuhan sesorang konsumen harus memilii tujuan akan tindakannya, karena tujuan merupakan suatu cara dalam memenuhi suatu kebutuhan. Tujuan ada 2 yaitu tujuan secara generik (umum) dan tujuan secara khusus. Tujuan umum mengarah kepada tujuan yang berdasarkan kebutuhan secara umum tanpa memikirkan produk yang digunakan, sedangkan tujuan khusus mengarah pada kebutuhan secara umum namun produk tertentu sebagai prioritas utama.

Teori Maslow mengemukakan 5 kebutuhan manusia berdasarkan tingkatan kepentingannya dari yang paling rendah yaitu kebutuhan biologis sampai yang paling tinggi, yaitu kebutuhan psikogenik. Menurut teori Maslow, manusia berusaha memenuhi kebutuhan yang paling rendah hingga kebutuhan yang paling tinggi. Teori motivasi McClelland mengemukakan 3 kebutuhan dasar, yaitu kebutuhan untuk sukses, kebutuhan afiliasi, dan kebutuhan kekuasaan.

Dua aplikasi penting teori motivasi adalah segmentasi dan positioning. Segmentasi adalah suatu produk atau jasa yang diarahakan sebagai target pasar yang sesuai dengan tingkat konsumen. Sebagai contoh iklan Anlene menyatakan sebagai susu bubuk yang mempunyai kandungan zat kalsium tinggi, iklan tersebut berusaha berkomunikasi dengan konsumen dalam dua hal pertama, susu Anlene ditujukan bagi konsumen yang membutuhkan banyak kalsium, dan kedua susu Anlene diposisikan sebagai susu yang mengandung zat kalsium tinggi. Sedangkan positioning adalah citra produk atau jasa yang ingin dilihat oleh konsumen, karena kunci dari positioning adalah persepsi masyarakat terhadap produk atau jasa. Para peneliti mengungkapkan motivasi dan kebutuhan konsumen melalui riset, yaitu dengan melakukan survei terhadap konsumen. Kebutuhan dan motivasi diukur dengan kuisioner dan metode tersebut dikenal dengan sabagai pelaporan diri atau self report.

 

KEPRIBADIAN

Setiap manusia mempunyai sifat atau karakteristik yang berbeda-beda satu sama lainnya sehingga dapat disebut sebagai kepribadian manusia. Kepribadian berkaitan dengan perilaku konsumen. Perbedaan dalam kepribadian konsumen akan mempengaruhi perilakunya dalam membeli suatu produk, dimana konsumen akan membeli barang yang sesuai dengan kebutuhannya. Kepribadian merupakan suatu karakteristik yang muncul karena faktor dari luar dan dari dalam sendiri akibat dari kebutuhan konsumen, kebribadian didalam diri konsumen mempunyai perbedaan satu dengan yang lainnya sehingga menggambarkan kepribadian masing-masing individu. Terdapat tiga teori kepribadian yaitu, teori kepribadian Freud, teori kepribadian Neo-Freud, dan Ciri (Trait Theory).

Teori Freud menyatakan bahwa kebutuhan yang tidak disadari dalam diri atau dorongan dalam diri manusia, seperti kebutuhan secara bilologis. Menurut Freud kepribadian ada tiga unsur yaitu yang saling berkaitan yaitu Id, Superego, dan Ego. Beberapa pakar sebagai teman Freud tidak setuju bahwa teori Psikoanalitik yang menekan dominan peran insting dan kebutuhan biologis sebagai pembentuk kepribadian manusia. Teori kepribadian yang muncul adalah teori kepribadian  Neo-Freud, teori tersebut merupakan kombinasi antara teori sosial dan psikolog. Teori tersebut menyatakan bahwa hubungan sosial adalah faktor dominan dalam pembentukan dan pengambangan kepribadian manusia. Teori Ciri mengklasifikasikan manusia dalam karakteristik yang paling menonjol. Trait merupakan sifat yang memberikan satu dan dengan individu lain bersifat permanen dan konsisten.

Kepribadian berkaitan dengan gaya hidup manusia dimana gaya hidup meruapakan konsep yang lebih baru dan mudah terukur dibandingkan dengan kepribadian. Gaya hidup didefinisikan sebaga pola dalam memanfaatkan waktunya dalam menggambarkan perilaku seseorang. Gaya hidup berbeda dengan kepribadian, gaya hidup mengaplikasikan kebiasaan dari karakteristik berupa suatu tindakan, sedangkan kepribadian menggambarkan karakteristik seseorang yang ada didalam diri seseorang. Gaya hidup digambarkan dengan kegiatan, minat, dan opini dari seseorang. Konsep yang berhubungan dengan krakteristik adalah Psikografik. Psikografik adalah suatu instrumen dalam mengukur gaya hidup yang memberikan pengaruh kuantitatif dan dapat dipakai untuk menganalisis data yang sangat besar. Analisis Psikografik diartikan sebagai suatu riset konsumen yang menggambarkan segmen kaonsumen dalam hal kehidupan, pekerjaan, dan aktivitas lainnya.

 

 

Hello world!

Posted by: ANGGA IMANSYAH in Uncategorized 1 Comment »

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!